Nyeri Wajah Sebelah Bisa Disebabkan oleh Kekurangan Vitamin B12

Nyeri pada wajah sebelah bisa menjadi pertanda kemungkinan adanya kekurangan atau defisiensi vitamin B12.

Nyeri akibat kekurangan vitamin ini bisa dirasakan di bawah mata, area tulang pipi, dan sering timbul hanya di salah satu sisi wajah. Kadangkala nyeri juga timbul di area dahi depan, dan menjalar hingga ke sudut hidung, serta ‘kedutan’ di bawah mata, fatigue (kelelahan), dan konstipasi.

Menurut hasil riset yang menjadi salah satu topik pada Congress International of the International Headache Society ke-14 di Amerika Serikat, nyeri wajah (facial neuralgia) adalah salah satu bentuk dari trigeminal neuralgia dan neuropati perifer.

Salah seorang neurologis, dr. Jitendra K. Baruah menyatakan, penanganan neuralgia pada wajah kadangkala sangat rumit, dan membuat pasien menjalani beberapa modalitas terapi namun kadang tidak berhasil. Riset ini dilakukan pada 17 pasien – 10 diantaranya adalah perempuan –  dengan kisaran usia 55 tahun yang mengalami episode nyeri wajah sebelah, namun bukan trigeminal neuralgia.

Para ahli neurologis yang melakukan pemeriksaan neurologis pada riset ini menemukan adanya sensasi pada kornea dan wajah, namun otot-otot yang dipersarafi saraf wajah dan saraf trigeminal dalam kondisi normal.

Tidak itu saja, para periset menemukan banyak pasien dengan neuralgia pada wajah juga mengalami ‘luka’ akibat herpes simpleks labialis di tempat yang sama. Luka ini pun juga menunjukkan respons yang baik dengan pemberian vitamin B12. Ada kemungkinan, luka tersebut menunjukkan adanya virus herpes simpleks yang aktif pada ganglion gasserian.

Trigeminal neuralgia sesuai dengan definisi dari ‘The International Association for the Study of Pain’ (IASP) adalah rasa nyeri berulang yang biasanya unilateral, terasa berat, seperti tertusuk dan berulang sesuai dengan jalur saraf trigeminal atau saraf kelima.

Biasanya, serangan nyeri timbul saat berbicara, mengunyah, menyikat gigi, dan bercukur, merias wajah atau bahkan saat terkena angin. Secara umum, ini adalah diagnosis klinis, yang kadang memerlukan pemeriksaan penunjang, seperti MRI.

Saraf trigeminal sendiri memiliki 3 divisi sensorik yang dikenal sebagai V1 (oftalmik) yang mempersarafi mata, dahi dan hidung. Kemudian V2 (maksilaris) yang mempersarafi gigi atas, gusi dan bibir, pipi, kelopak mata bawah dan sisi hidung, dan V3 (mandibular) mempersarafi gigi bawah, gusi dan bibir. Nyeri dapat melibatkan satu atau lebih cabang-cabang tersebut.

Penyebab nyeri wajah belum dapat dipahami dengan jelas. Beberapa teori telah diajukan, dan beberapa memaparkan salah satunya adalah kekurangan vitamin B12 atau kobalamin. Vitamin ini termasuk ke dalam kelompok vitamin yang larut dalam air.

Berbeda dengan vitamin yang larut dalam air lainnya, vitamin B12 ini tidak diekskresikan ke dalam urin, melainkan terakumulasi dan disimpan di hati, ginjal, dan jaringan tubuh lainnya.

Vitamin B12 berfungsi sebagai donor metil dan bekerja dengan asam folat dalam sintesis DNA dan sel darah merah yang sangat penting dalam menjaga kesehatan selubung myelin (layaknya pembungkus yang berfungsi dalam membantu meningkatkan transmisi impuls saraf). Gejala kekurangan vitamin B12 ini tidak terjadi secara mendadak namun memerlukan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 5-6 tahun.

Irene Wood dkk (Journal of Pain & Relief, 2002) menunjukkan pasien dengan nyeri wajah juga memiliki kadar vitamin B12 yang rendah, karena 23% dari pasien nyeri wajah memiliki kadar vitamin B12 dalam darah kurang dari normal.

Kemungkinan lainnya, rendahnya kadar vitamin B12 menyebabkan kegagalan dalam mempertahankan proses perbaikan selubung myelin sel saraf yang terus menerus mengalami kerusakan. Mungkin hal ini menjadi salah satu alasan yang menerangkan mengapa nyeri wajah terjadi secara intermiten atau menetap. Bila kadar vitamin B12 ini mencukupi, maka proses perbaikan akan lebih cepat dan saat rendah, proses ini pun terjadi lambat.

Beberapa gejala lain yang timbul akibat kekurangan vitamin ini antara lain anemia, kulit tampak pucat, gangguan neurologis (kedutan, kesemutan, kebas), seperti ditusuk-tusuk, ulkus pada mulut, nafsu makan menurun.

Sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) Kementerian Kesehatan, rerata orang dewasa membutuhkan vitamin B12 sekitar 2,4 µg per harinya. Angka ini meningkat menjadi 2,6 µg bila sedang dalam kondisi hamil dan 2,8 µg saat menyusui.

Namun tubuh tidak dapat ‘menyimpan’ vitamin ini, itu sebabnya perlu asupan dari luar atau bersumber pada asupan makanan harian yang bisa didapat dari telur, daging sapi, susu.

Tangani Trigeminal Neuralgia dengan Radiofrekuensi Ablasi

Sedangkan nyeri wajah akibat trigeminal neuralgia dapat disebabkan gangguan pada fungsi saraf trigeminal atau saraf kelima. Diduga penyebabnya saraf kelima ini tertekan pembuluh darah di sekitarnya, namun bisa juga disebabkan oleh cedera atau tumor.

Penanganannya dapat berupa obat-obatan, dan teknologi terkini dengan teknik minimally invasive yaitu dengan radiofrekuensi ablasi yang dilakukan tanpa perlu rawat inap.

Radiofrekuensi ini dilakukan dengan mengalirkan gelombang listrik untuk memblok hantaran rasa nyeri ke otak sehingga tidak nyeri lagi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Warung Jati Barat No. 34, RT007/005, Kalibata, Jakarta 12760

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now

Tanya Jawab Via Telpon