Radang Dingin, Penyebab Mati Rasa dan Kesemutan Pada Area Wajah

Radang dingin atau frostbite adalah kondisi di mana jaringan tubuh membeku dan rusak oleh paparan suhu rendah.  Umumnya terjadi pada tangan, kaki, hidung, dan telinga.

Kondisi ini bisa menjadi luka yang cukup serius dan membutuhkan waktu beberapa minggu agar bisa pulih. Pnederitanya bisa mengalami kehilangan kulit, jaru dan kaki serta cacat dan kulit berubah warna. Radang dingin ini bisa berkembang menjadi hipotermia.

Siapapun bisa mengalami kondisi ini. Namun,  anak-anak dan orang lanjut usia, ternyata berisiko lebih tinggi terkena  daripada orang dewasa. Tubuh setiap orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan.

Apa saja gejala radang dingin?

Kondisi ini paling sering terjadi pada jari, jari kaki, hidung, telinga, pipi, dan dagu. Gejalanya bisa berupa kulit dingin, terasa seperti tertusuk-tusuk, sensasi kesemutan, mati rasa dan, kulit kemerahan.

Jika terdeteksi dan melakukan pengobatan dalam waktu yang cepat saat gejala baru muncul, penderita hanya akan mengalami sedikit pembengkakan dan pengelupasan.

Tahap kedua dari kondisi ini bisa menjadikan kulit menjadi pucat dan mulai memutih atau warna  cerah. Permukaan kulit penderitanya mungkin terlihat  berbintik-bintik, biru, atau ungu.

Ada juga merasakan sensasi menyengat, terbakar, dan pembengkakan. Kulit juga bisa alami lecet dan jaringan mati yang berwarna hitam, biru atau abu-abu gelap.

Pada tahap akhir, kondisi ini memengaruhi semua lapisan kulit, termasuk jaringan bawahnya. Pasien akan merasa mati rasa, kehilangan semua rasa sedingin apapun, rasa sakit, atau ketidaknyamanan pada  daerah yang terkena.

Sendi atau tubuh tidak aktif lagi, muncul lepuhan besar selam 24-48 jam. Kemudian area tersebut akan berubah menjadi hitam dan keras seperti jaringan mati.

Segera periksa ke dokter jika sudah menunjukkan gejala awal untuk mencegah risiko.

Apa penyebabnya?

Penyebab paling umum adalah paparan kondisi udara dingin,  kontak langsung dengan es, logam dingin, atau cairan yang sangat dingin.

Mengutip dari Mayo Clinic, penyebab tertentu yang menyebabkan kondisi ini terjadi, antara lain:

  • Memakai pakaian yang tidak sesuai untuk udara sedingin es
  • Terpapar angin kuat terlalu lama.
  • Paparan bahan seperti es, bahan-bahan beku, atau logam beku.

Apa yang meningkatkan risiko?

  • Minum minuman beralkohol
  • Kehilangan cairan
  • Penggunaan beta-blocker (obat-obatan untuk penyakit jantung)
  • Merokok;
  • Memiliki beberapa penyakit seperti diabetes, penyakit pembuluh darah perifer, neuropati perifer, dan sindrom Raynaud cenderung meningkatkan risiko..

Apa saja pilihan pengobatannya?

Pengobatan terbaik adalah dengan melakukan konsultasi dengan dokter. Selain itu paling terpenting adalah melakukan pencegahan, misalnya kenakan pakaian yang hangat, minum-minuman berkafein, batasi paparan udara dingin jika mungkin.

Carilah tempat pelindungan segera yang hangat, rendam kulit pada air hangat, minum banyak air, dan makan-makanan yang bergizi dan hangat.

Bagaimana dokter mendiagnosisnya?

Dokter akan mendiagnosis  berdasarkan riwayat penggunaan obat dengan suhu pembekuan dan pemeriksaan gejala fisik pada kulit pasien.

Dokter mungkin juga dapat melakukan tes seperti rontgen, scan tulang atau tes pencitraan, magnetic resonance imaging (MRI), untuk menentukan keparahan  dan memeriksa tulang atau otot yang belum terluka.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Jl. Warung Jati Barat No. 34, RT007/005, Kalibata, Jakarta 12760

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now