Sakit Kepala Akibat Gegar Otak

Gegar otak adalah cedera yang terjadi pada otak. Penyebabnya yakni benturan eksternal, seperti jika kepala terbentur benda keras yang dapat memengaruhi fungsi otak.

Melansir dari laman CDC, gegar otak merupakan cedera kepala ringan yang  biasanya tidak mengancam jiwa. Kendati demikian, efeknya bisa menjadi serius sehingga membutuhkan perawatan yang tepat.

Umumnya kondisi ini terjadi akibat kecelakaan. Sementara itu, profesi yang paling berisiko alami kondisi ini adalah atlet tinju dan pemain sepak bola karena berisiko tinggi alami benturan kepala.

Apa saja gejala gegar otak?

Gejala atau tandanya bisa jadi tidak terlihat atau terasa dan mungkin tidak langsung muncul.  Namun, saat muncul bisa berlangsung selama  berhari-hari, berminggu-minggu atau bisa lebih lama. Gejala yang paling umum  adalah sakit kepala, hilang ingatan (amnesia), dan linglung.

Pada pasien yang alami amnesia, mereka mungkin lupa dengan kejadian yang menyebabkan cedera kepala yang mereka alami atau bahkan peristiwa sebelum terjadinya cedera.

Berikut ini adalah gejala lain yang mungkin pasien gegar otak alami:

  • Telinga berdenging.
  • Mual dan muntah-muntah.
  • Kurang jelas  saat bicara dan kurang respons saat ditanya.
  • Sulit konsentrasi dan daya ingat memburuk.
  • Sangat sensitif terhadap  cahaya dan suara bising.
  • Terganggunya indera perasa dan penciuman.
  • Gangguan tidur, depresi, atau kepribadian berubah.

Penyebab gegar otak

Terdapat lapisan gelatin yang melindungi otak dari guncangan atau benturan yang mungkin terjadi saat beraktivitas. Guncangan atau benturan ini bisa terjadi akibat pukulan keras pada kepala/leher yang menyebabkan otak cedera. Selain itu bisa juga dari gerakan tubuh yang menyebabkan guncangan keras dan mendadak pada otak, seperti kecelakaan mobil.

Cedera ini juga bisa menyebabkan perdarahan pada otak yang bisa berakibat fatal. Oleh sebab itu, orang yang alami gegar otak akan dokter pantau beberapa jam setelah terjadinya cedera.

Dokter biasanya akan meminta melakukan pemeriksaan, seperti tes pencitraan (MRI atua CT-Scan), tes neurologis, dan tes kognitif.

Apa saja faktor risikonya?

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko gegar otak adalah:

  • Pernah mengalami kondisi ini sebelumnya.
  • Mengoperasikan mesin atau mengendarai kendaraan secara tidak aman, misalnya sedang mabuk atau tanpa alat pengaman.
  • Melakukan olahraga dengan risiko tinggi terhadap cedera seperti sepak bola, tinju, dan lainnya.

Apa saja komplikasi yang mungkin bisa terjadi?

  • Sakit kepala hingga satu minggu setelah cedera terjadi.
  • Kepala pusing atau vertigo  yang berlangsung selama berhari-hari, berminggu-minggu, atau berbulan-bulan setelah cedera.

Beberapa orang yang mengalami kondisi ini biasanya akan mengalami sindrom pasca-gegar otak. Sindrom ini akan menimbulkan gejala pusing, sakit kepala dan kesulitan berpikir selama beberapa  minggu atau bulan.

Bagaimana pengobatannya?

Berikut adalah pilihan perawatan untuk membantu memulihkan kondisi.

  1. Istirahat fisik dan mental yang cukup
  2. Minum obat pereda nyeri
  3. Konsumsi makanan bergizi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Jl. Warung Jati Barat No. 34, RT007/005, Kalibata, Jakarta 12760

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now