Terpapar Udara Dingin Menjadi Penyebab Bell’s Palsy, Benarkah?

Penyebab bell’s palsy yang paling banyak orang percayai adalah seringnya terpapar udara dingin, baik  karena alat pendingin atau kondisi udara itu sendiri. Namun, benarkah demikian? Bell’s palsy merupakan penyakit yang menyerang saraf nervus fasialis, yaitu saraf nomor 7. Saraf yang mengontrol otot wajah ini melewati koridor tulang yang sempit menuju wajah. Dalam penyakit ini, saraf tersebut menjadi meradang dan bengkak . Sehingga dapat menyebabkan melemahnya otot wajah secara tiba-tiba dan berlangsung hingga jangka waktu tertentu. Kondisi ini akan membuat wajah penderitanya mejadi lemah.

Siapapun dan pada usia berapapun bisa mengalami penyakit ini. Penyebab pastinya masih belum bisa ketahui. Tapi,bagi sebagian orang mempercayai bahwa penyakit ini berkaitan dengan paparan udara dingin. Hal inilah yang kemudian membuat para penderita penyakit ini, mengompres wajah mereka dengan kain hangat atau menghindari pendingin udara dalam ruangan.

Namun, benarkah paparan udara dingin benar-benar menjadi penyebab bell’s palsy? Kenyataannya, pernyataan ini masih belum dapat dipastikan sebagai faktor penyebab bell’s palsy. Hal ini karena penyakit satu ini merupakan gangguan neurogenik dan bukanlah penyakit vaskular.

Penyebab Bell’s Palsy Adalah Paparan Virus

Meskipun penyebabnya belum jelas, namun yang paling masuk akal dan ada catataan medisnya adalah karena paparan virus. Virus yang berkaitan dengan bell’s palsy ternyata termasuk virus yang juga bisa menyebabkan beberapa penyakit berikut ini:

1. Herpes genital

2. Herpes zoster dan cacar

3. Mononucleosis infeksius (epstein-barr)

4. Infeksi cytomegalovirus

5. Penyakit pernapasan (adenovirus)

6. Campak Jerman (rubella)

7. Virus gondok

8. Flu (influenza B)

Faktor Risiko

Penyakit ini lebih sering terjadi pada orang yang:

1. Dalam masa kehamilan, terutama selama trimester ketiga atau yang berada pada minggu pertama setelah melahirkan.

2. Mempunyai infeksi saluran pernapasan atas, seperti flu atau pilek

3. Mengidap diabetes

Risiko Komplikasi

Dalam kasus ringan, keluhan penyakit ini biasanya hilang dalam waktu satu bulan. Pemulihan dari kasus yang lebih parah melibatkan kelumpuhan total bervariasi. Komplikasi yang memungkinkan termasuk:

1. Saraf wajah mengalami kerusakan permanen

2. Kebutaan sebagian atau sepenuhnya

 

Jadi, jika kamu merasakan gejala penyakit ini, seperti perubahan bentuk wajah, salah satu sisi wajah tampak melorot, wajah mati rasa sebelah, sulit senyum dan menutup mata, pusing, serta mata berair. Sebaiknya segera melakukan pemeriksaan dengan dokter untuk mencegah kondisi semakin parah dan segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Warung Jati Barat No. 34, RT007/005, Kalibata, Jakarta 12760

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now